SAKIP 2011

E-mail Cetak PDF

BAB I

PENDAHULUAN

 

A. Latar Belakang

Pengadilan Negeri Boyolali  sebagai bagian dari upaya Penegakan Hukum yang dilaksanakan oleh Mahkamah Agung RI tidak dapat terlepas dari birokrasi yang merupakan salah satu wahana dalam penyelenggaraan kekuasaan kehakiman. Birokrasi bertugas mengelola pelayanan dan melaksanakan berbagai keputusan politik kedalam berbagai kebijakan politik baik secara teknis maupun dalam kegiatan operasional. Birokrasi merupakan faktor penentu keberhasilan keseluruhan agenda program termasuk dalam rangka mewujudkan aparatur peradilan yang bersih dan bebas dari KKN sehingga para birokrat yang ada di Mahkamah Agung dapat mewujudkan kepemerintahan yang baik (good governance).

Sebagai Organisasi, Pengadilan Negeri Boyolali mempunyai visi : “Mewujudkan Badan Peradilan Indonesia Yang Agung” Sebagai bagian organisasi di lingkungan peradilan, Pengadilan Negeri Boyolali harus mempertanggung jawabkan kinerjanya kepada Publik. Untuk itulah Pengadilan Negeri Boyolali dalam melaksanakan tugasnya, baik tugas-tugas yang bersifat teknis maupun administrasi berkewajiban melaksanakan program-programnya secara transparan sehingga kebutuhan publik akan adanya suatu lembaga peradilan yang mandiri akan dapat terakomodir.

Program-Program yang ada di Pengadilan Negeri Boyolali diprioritaskan yang terkait dengan akses public, sehingga dengan program-program tersebut akan tercipta :

1. Transparansi pengadilan dan akuntabelnya Pejabat Peradilan

2. Peningkatan pemahaman masyarakat terhadap sistem peradilan dan akses publik,

3. Perbaikan tata kerja dan pengembangan sumber daya manusia.

Pengadilan Negeri Boyolali dengan sasaran  strategis  menyelenggarakan Peradilan yang  sederhana, cepat dan biaya ringan serta mewujudkan  Pengadilan Negeri Boyolali  yang transparan,  bersih, berwibawa dan akuntabel. Dan sebagai realisasi dalam mejalankan tugas pokok dan fungsinya pada tahun 2011 dengan sumber daya manusia berjumlah 8 orang Hakim dan 41 orang  pegawai yang menangani perkara pidana 268 termasuk sisa perkara tahun 2010, dari  jumlah perkara tersebut  putus 245 perkara dan perkara perdata 45 termasuk sisa perkara tahun 2010, dari  jumlah perkara tersebut  putus 37 perkara .

Dengan adanya mutasi pegawai mempengaruhi penyerapan Pagu DIPA, namun  secara keseluruhan  Pengadilan Negeri Boyolali  sesuai dengan DIPA tahun 2011 sebesar  Rp 3.368.038.000;- dengan nilai penyerapan dana sebesar  Rp. 3.232.837.685  dari anggaran /pagu DIPA, sehingga terdapat  sisa dana sebesar Rp. 135.200.315. Dan dari hasil analisa ternyata yang tidak terserap adalah belanja pegawai disebabkan adanya mutasi atau pensiun pegawai, belanja barang disebabkan harga barang kurang dari pagu dan belanja modal disebabkan nilai belanja tidak terserap keseluruhan.

B. Tugas Pokok dan Fungsi

Kekuasaan kehakiman merupakan kekuasaan kehakiman yang merdeka untuk menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan (Pasal 24 ayat 1 Undang- Undang Dasar pasca Amandemen). Kekuasaan kehakiman dilaksanakan oleh Mahkamah Agung R.I., Badan-badan peradilan lain di bawah Mahkamah Agung R.I., (Peradilan Umum, PTUN, Peradilan Militer, Peradilan Negeri) serta Mahkamah Konstitusi (Pasal 24 ayat 2 Undang-Undang    Dasar 1945).

Penyelenggaraan kekuasaan Kehakiman tersebut diserahkan kepada badan-badan peradilan (Peradilan Umum, Peradilan Negeri, Peradilan Militer, dan Mahkamah Agung sebagai pengadilan tertinggi dengan tugas pokok, untuk menerima, memeriksa dan mengadili serta menyelesaikan setiap perkara yang diajukan kepadanya).(Pasal 2 ayat (1) jo. Pasal 10 ayat (1) dan ayat (2))
Peradilan Umum adalah salah satu pelaksana kekuasaan Kehakiman bagi rakyat pencari keadilan pada umumnya (Pasal 2 UU No.2 Tahun 1984). Pengadilan Negeri bertugas dan berwenang, memeriksa, mengadili, memutuskan dan menyelesaikan perkara pidana dan perkara perdata di tingkat pertama (Pasal 50 UU No.2 Tahun 1986)

Pengadilan dapat memberikan  keterangan, pertimbangan dan nasihat tentang hukum kepada instansi pemerintah di daerahnya apabila diminta (Pasal 52 UU No.2 Tahun 1986). Selain menjalankan tugas pokok, pengadilan dapat diserahi tugas dan kewenangan lain oleh atau berdasarkan Undang-Undang.

1. Tugas Pokok

Pengadilan Negeri Boyolali sebagai salah satu badan peradilan di bawah Kekuasan Mahkamah Agung R.I. mempunyai tugas pokok menerima, memeriksa, memutus dan menyelesaikan perkara di tingkat pertama bagi rakyat pencari keadilan pada umumnya, di bidang : hukum, perdata dan pidana ( Pasal 2 Undang - Undang No. 8 Tahun 2004 tentang perubahan atas Undang - Undang No. 2 Tahun 1986 tentang Peradilan Umum ).pengadilan dapat diserahi tugas dan kewenangan lain oleh atau berdasarkan Undang-Undang.

2. Fungsi

1. Sebagai pelayan hukum masyarakat pencari keadilan pada umumnya mengenai berbagai perkara / sengketa sebagaimana diatur dalam Pasal 2 Undang - Undang No. 8 Tahun 2004.

2. Sebagai pelaksana hukum positif bagi masyarakat pencari keadilan pada umumnya di Kabupaten Boyolali.

3. Memberikan kontribusi hukum terapan dalam upaya pembangunan hukum nasional.

C. Organisasi Pengadilan Negeri Boyolali

Organisasi Pengadilan Negeri Boyolali  sebagai Pengadilan  Tingkat Pertama terdiri dari unsur pimpinan yaitu Ketua Pengadilan dan Wakil Ketua Pengadilan, Hakim, Panitera/Sekertaris dan Juru Sita/Jurusita Pengganti.

Dalam kepaniteraan dipimpin oleh seorang Panitera dan juga merangkap menjabat sebagai Sekertaris dan dalam hal kepaniteraan  dibantu oleh Wakil Panitera, beberapa orang Panitera Muda, beberapa orang Panitera Pengganti  dan beberapa orang Jurusita/Jurursita Pengganti. Dan dalam hal kesekretariatan dibantu oleh Wakil Sekertaris dan beberapa orang Kepala Urusan.

Adapun personalia Pejabat Pengadilan Negeri Boyolali, seluruh pegawai berjumlah 49 orang pegawai dalam Stuktur sebagai berikut :

- Unsur pimpinan  (seorang Ketua dan  seorang Wakil Ketua)

- Para Hakim berjumlah 8 (delapan orang Hakim)

- Seorang Panitera / Sekretaris dibantu  Seorang Wakil Panitera dan 3 (tiga orang) Panitera Muda (Panitera Muda Perdata, Panitera Muda Pidana  dan Panitera Muda Hukum) dan juga dibantu oleh 12 (dua belas) orang Panitera Pengganti dan 1 (satu) orang Jurursita); Panitera/Sekertaris  dalam melaksanakan fungsi kesekretariatan  dibantu  seorang Wakil Sekretaris dan 3 (tiga) orang Kepala Urusan ( Kepala Urusan Kepegawaian, Kepala Urusan Keuangan dan Kepala Urusan Umum) dan bebarapa orang staf.

D. Sistematika Penyajian

Laporan Akuntabilitas Kinerja ini menggambarkan pencapaian kinerja Pengadilan Negeri Boyolali  selama tahun 2011 sebagai acuan untuk perbaikan kinerja dimasa mendatang. LAKIP disusun dengan sistematika sebagai berikut :

Bab  I       Pendahuluan, menggambarkan secara ringkas mengenai latar    belakang, Tugas Pokok dan Fungsi, dan Sistematika Penyajian.

Bab   II    Perencanaan dan Perjanjian Kinerja yang meliputi rencana  strategis 2010-2014 Pengadilan Negeri Boyolali, menjelaskan  visi dan misi, tujuan dan sasaran strategis, program utama dan kegiatan pokok di  Pengadilan Negeri Boyolali, serta menjelaskan rencana kinerja tahunan 2011 dan perjanjian kinerja (dokumen penetapan kinerja) Tahun 2011 Pengadilan Negeri Boyolali.

Bab   III   Akuntabilitas Kinerja, menjelaskan Pengukuran kinerja (perbandingan antara target dan realisasi kinerja) serta Analisis akuntabilitas kinerja Pengadilan Negeri Boyolali.

Bab  IV Penutup, menjelaskan kesimpulan menyeluruh dari laporan  akuntabilitas Pengadilan Negeri Boyolali, saran dan harapan yang ingin dicapai untuk tahun mendatang.

Bab   V    Memuat data pendukung sebagai lampiran. Dalam Bab ini mengemukakan Lampiran  yang berisi 

1. Struktur Organisasi Pengadilan Negeri Boyolali,

2.  Indikator Kinerja Utama Pengadilan Negeri Boyolali,

3   Rencana Kinerja Tahun 2012 dan

4. Metriks Rencana Srategis 2010-2014 serta dilengkapi Surat Keputusan Ketua Pengadilan Negeri Boyolali Nomor : W11-A25/68/OT.01.2/I/2012 tanggal 2 Januari 2012 tentang pembentukan Tim Penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Pengadilan Negeri Boyolali.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PERENCANAAN DAN PENETAPAN KINERJA

A Rencana Strategis

Sesuai dengan tugas pokok  dan fungsi Pengadilan Negeri Boyolali yang berorientasi pada Visi dan Misi  yang ingin dicapai selama kurun waktu  5 (lima) tahun dengan memperhitungkan potensi, peluang dan kendala yang ada atau mungkin terjadi, maka disusun rencana strategis Pengadilan Negeri Boyolali Tahun  2010 – 2014. Sebagai proses untuk mewujudkan Visi Mahkamah Agung  RI “Terwujudnya badan Peradilan Indonesia yang agung”

Rencana strategis  digambarkan  dengan mengemukakan  tujuan dan sasaran, target kinerja   yang  akan dicapai dalam tahun tersebut  sebagai proses  yang berorientasi pada hasil yang akan dicapai yang  akan dituangkan dalam Pengukuran Kinerja Kegiatan  sebagai Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah  (LAKIP) pada Pengadilan Negeri Boyolali.

1. Visi dan Misi Pengadilan Negeri Boyolali

- Visi Pengadilan Negeri Boyolali

Pernyataan visi : “Terwujudnya Peradilan Negeri yang bersih  dan berwibawa, transparan dan akuntabel dan mampu memberikan pelayanan dengan sederhana, cepat dan biaya ringan”  guna mewujudkan misi Mahkamah Agung RI “Terwujudnya badan Perdilan Indonesia yang agung”

Penjelasan makna :

Bersih : Adalah seluruh aparatur Pengadilan Negeri Boyolali menjunjung tinggi mengamalkan nilai-nilai ajaran Negerii dengan konsisten yang diwujudkan dengan prilaku yang jujur, berakhlaq mulia, ikhlas beramal dan terbebas dari prilaku yang negatif, baik dalam kehidupan pribadi/ keluarga maupun dalam pelayanan terhadap masyarakat pencari keadilan.

Berwibawa : Mengandung arti,  kekuasaan Peradilan Negeri  yang diakui dan ditaati serta dihormati.

Transparan dan akuntabel : Pengadilan Negeri Boyolali menyediakan informasi yang bersifat terbuka dan dapat diakses oleh publik melalui website http://www.pn_boyolali.go.id dan email: Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya

Asas sederhana, cepat dan biaya ringan : Dikandung maksud untuk memenuhi harapan para pencari keadilan,  yaitu pemeriksaan dan penyelesaian perkara dilakukan dengan cara efektif dan efisien, biaya perkara dapat dipikul oleh masyarakat.

- Misi Pengadilan Negeri  Boyolali         

Misi Pengadilan Negeri  Boyolali  adalah sebagai berikut  :

- Menyelenggarakan Peradilan yang bersih dan  berwibawa

- Menyelenggarakan pelayanan yudisial dengan transparan seksama dan sesuai ketentuan.

- Melakukan pengawasan yang ketat terhadap teknis yudisial dan non yudisial.

- Mengoptimalkan keterbukaan dan penerapan menejemen modern dengan teknologi informasi.

2. Tujuan dan Sasaran  Strategis,

- Tujuan Strategis.

Tujuan Strategis  merupakan penjabaran atau implementasi  dari Visi dan  Misi  yang akan dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu lima tahun tahun kedepan.

Tujuan strategis Pengadilan Negeri Boyolali perlu dirumuskan agar dapat diketahui secara tepat apa yang harus dilaksanakan oleh Pengadilan Negeri Boyolali untuk mencapai Visi dan Misinya dalam kurun waktu tersebut  dengan mempertimbangkan sumber daya dan kemampuan yang dimiliki, selanjutnya untuk mengetahui tingkat pencapaian tujuan strategis,  ditetapkanlah indikator kinerja  yang terukur.

Tujuan strategis  lembaga Peradilan  sebagai mana disebutkan  dalam LAKIP Mahkamah Agung  tahun 2010 adalah sebagai berikut :

1. Pencari keadilan merasa kebutuhan dan kepuasannya terpenuhi

2. Setiap pencari keadilan dapat menjangkau badan Peradilan

3. Publik Percaya bahwa Mahkamah Agung dan Badan peradilan dibawahnya memenuhi butir 1 dan 2 diatas.

Dari tujuan strategis tersebut dapat dirumuskan  Indikator Kinerja Utama sebagai berikut:

- Peningkatan  kinerja  dalam  Penyelesaian Perkara dengan cepat dan tepat

- Memberikan bantuan bagi pencari keadilan  diantara bagi yang tidak mampu dapat berpekara secara cuma-cuma (prodeo)

Dengan diformulasikannya  tujuan  strategis tersebut diatas, maka Pengadilan Negeri Boyolali akan  dapat secara tepat mengetahui apa  yang  harus  dilaksanakan  dalam   memenuhi visi  misinya  untuk kurun  waktu  satu  sampai lima  tahun  ke  depan  dan memungkinkan  untuk  mengukur sejauh  mana  visi  misi  organisasi dapat   dicapai.

- Sasaran Strategis.

Berdasarkan tujuan strategis diatas, maka Pengadilan Negeri Boyolali  berusaha dan mampu  memberikan  kepecayaan kepada publik untuk melaksanakan point 1 dan 2 dengan 4 (empat)  Indikator  Kerja Utama yang dijabarkan dalam dua sasaran yaitu :

a. Terselenggaranya  Peradilan yang sederhana, cepat dan biaya ringan kepada semua pencari keadilan.

b. Terwujudnya  Pengadilan Negeri Boyolali  yang bersih, berwibawa, transparan dan akuntabel.

  Sasaran merupakan hasil yang akan dicapai oleh Pengadilan Negeri Boyolali yang diukur dalam waktu tersebut dalam tahapan selama lima tahun untuk mewujudkan tujuan dengan mengemukakan indikator sasaran sebagai ukuran tingkat keberhasilan dengan program utama dan kegiatan pokok  sebagai berikut

Program Utama

1. Menejemen Peradilan,  dengan kegiatan pokok :

- Membuat uraian tugas masing-masing pegawai dengan membagi habis program kerja sebagai pedoman pelaksanaanan tugasnya.

- Meningkatkan pengawasan dan pembinaan

- Melakukan evaluasi kerja

 

2. Kinerja Pelayanan Hukum

- Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia

- Meningkatkan sarana dan prasarana pelayanan hukum.

- Meningkatkan transparansi Pengadilan Negeri Boyolali

- Mengoptimalkan penyelesaian perkara secara cepat dan tepat

3. Administrasi Perkara

- Melaksanakan penerimaan perkara sesuai dengan pola Bindalmin dengan menggunakan program siadpa/ berbasis IT.

- Meningkatkan tertib administrasi keuangan perkara.

- Meningkatkan tertib pemberkasan dan pengarsipan perkara.

- Melaksanakan  pelaporan perkara sesuai dengan ketentuan.

4. Administrasi Persidangan

- Meningkatkan tertib administrasi persidangan.

-  Melaksanakan  minutasi secara benar dan tepat.

B Rencana Kinerja Tahun 2011

Untuk mencapai sasaran sebagaimana tersebut diatas, Rencana Kinerja tahun 2011 disusun berdasarkan skala  proiritas dengan Indikator Kinerja Utama  (IKU) dengan sasaran strategis sebagai berikut :

 

NO

SASARAN STRATEGIS

INDIKATOR KINERJA

TARGET

 

 

 

UTAMA (IKU)

 

 

1

2

3

4

1.

Terselenggaranya Peradilan yang sederhana, cepat dan biaya ringan

1. Persentase perkara dengan membayar biaya perkara

2. Persentase penanganan bantuan hukum dengan perkara prodeo

3. Persentase penyelesaian perkara yang diterima termasuk sisa tahun sebelumnya

4. Persentase peningkatan SDM

5. Persentase penurunan perkara banding

6. Persentase peningkatan minutasi

7. Persentase pemberkasan, pengarsipan dan pelaporan

90%

 

100%

 

 

90%

 

 

 

100%

90%

 

100%

 

100%

2.

Terwujudnya Peradilan Umum yang bersih, Berwibawa, Transparansi dan akuntabel

1. Persentase pelaksanaan pengawasan teknis yustisial dan administrasi

2. Persentase peningkatan SDM

3. Transparansi dan keterbukaan informasi

4. Administrasi keuangan dan penyerapan anggaran

5. Penyerapan anggaran prodeo

100%

 

 

100%

100%

 

100%

 

100%

 

C Penetapan Kinerja (Dokumen Penetapan Kerja) Tahun 2011

Penetapan kinerja pada dasarnya adalah pernyataan komitmen  untuk mewujudkan program melalui pengukuran yang disertai target yang akan dicapai dalam kurun waktu 1 (satu) tahun yaitu Tahun  Anggaran 2011  yang  disusun dengan skala prioritas dengan kegiatan yang dibiayai dari pagu DIPA  dengan harapan rencana kinerja tahunan  dapat terarah dan terprogram serta mencapai hasil yang maksimal.

Sasaran pertama  : Terselenggaranya Peradilan yang sederhana, cepat dan biaya ringan,  dengan  penetapan program  :

1. Membuat uraian tugas dengan indikator kinerja: masing-masing pegawai melaksanakan tugasnya dengan Pengukuran Kinerja Kegiatan sebagai berikut :

Input      :  Sumber Daya Manusia dan dana

Output   : target kegiatan : Dirumuskan program kerja dengan uraian tugas dari masing-masing  Pegawai Pengadilan Negeri Boyolali dengan target 100 %,

2. Melaksanakan penerimaan perkara sesuai dengan pola Bindalmin, dengan indikator kinerja pelayanan prima terhadap masyarakat pencari keadilan

Pengukuran Kinerja Kegiatan sebagai berikut :

Input      :  Sumber Daya Manusia, dana dan perkara yang diterima di Pengadilan Negeri Boyolali sebanyak : 248 perkara termasuk sisa perkara tahun 2010 sebanyak 23 perkara.

Output   : target kegiatan : Dirumuskan program kerja yaitu  Pelayanan prima terhadap masyarakat pencari keadilan dengan target  100 % dengan menggunakan pola bindalmin.

3. Meningkatkan Sumber Daya Manusia, dengan indikator kinerja :

- Melaksanakan Diskusi,

- Mengikut sertakan dalam pelatihan (sesuai kebutuhan)

- Kajian kepustakaan

- Memotifasi  pegawai untuk mengikuti pendidikan kejenjang yang lebih tinggi

- Optimalisasi pengelolaan dan pemanfaatan perpustakaan

Pengukuran Kinerja Kegiatan sebagai berikut :

Input      :  Sumber Daya Manusia, dana, elekrtonik

Output   : target kegiatan : Dirumuskan program kerja yaitu meningkatkan Sumber Daya Manusia dengan target lima indikator kinerja rata-rata 100 %  :

4. Meningkatkan sarana dan prasarana pelayanan hukum, dengan indikator kinerja yaitu tersedianya sarana dan prasarana  menunjang pelayanan hukum.

Dan sarana dan prasarana  yang dimiliki oleh Pengadilan Negeri Boyolali dapat dikatakan  masih sangat terbatas, adalah sebagai berikut :

1. Gedung permanent yang letaknya di Jalan Perintis Kemerdekaan Nomor : 2 Boyolali, Luas tanah seluruhnya ± 4.900 m2 dan luas bangunan 2.810 m2 berupa bangunan pokok 2 (dua) lantai terdiri atas 4 (empat) ruang sidang ditambah 26 (dua puluh enam) ruangan besar dan kecil termasuk perpustakaan dan ruang arsip serta ruang barang bukti bangunannya yang dibuat permanen.

Tanah Kantor Pengadilan Negeri Boyolali hingga saat ini sudah bersertifikat, dan sudah  An. Pemerintah Republim Indonesia C.q Mahkamah Agung RI.

2. 3 (empat) Kendaraan Dinas Roda empat, 1 unit Toyota Kijang Innova STD Tahun 2009 Nomor Polisi AD 90 D dan, Merek Toyota  Soluna Tahun 2002 Nomor Polisi AD 7200 D dan Station Wagon Merek Suzuki Esspas pengadaan Tahun 1996 Nomor : AD. 9500 D.

3. 5 (lima)  Kendaraan  Dinas Roda Dua, Suzuki TRS 100 Tahun 1991 Nomor Polisi : AD. 9837 CD,  3 Honda Supra X 125 Tahun 2005 Nomor Polisi: AD 9858 D D dan AD 9859 DD serta Tahun 2008 AD 9669 GD, Honda Mega Pro Tahun 2007 Nomor Polisi:  AD9729 ED.

4. 29 unit komputer, 5 unit Laptop dan 20 printer yang secara umum jumlah yang ada jauh dari jumlah yang diharapkan serta ada beberapa unit komputer dan Lap Top  tidak dapat berfungsi secara optimal

Pengukuran Kinerja Kegiatan sebagai berikut :

Input      :  Sumber Daya Manusia, dana, sarana dan prasarana.

Output   : target kegiatan : Dirumuskan  kegiatan yaitu meningkatkan sarana dan prasarana penunjang  pelayanan hukum dengan target  90 %

5. Memberikan pelayanan bantuan hukum kepada pencari keadilan, yaitu  berperkara secara cuma-cuma (prodeo)

Pengukuran Kinerja Kegiatan sebagai berikut :

Input      :   Sumber Daya Manusia.

Output   :  Sebagai rencana tingkat capaian (target)  kegiatan : Dirumuskan kegiatan menerima dan menyelesaikan perkara prodeo target  100%

6. Menyelesaikan perkara dengan  cepat dan tepat. dengan indikator kinerja yaitu  peningkatan jumlah putusan dan penyelesaian perkara dan minutasi

Pengukuran Kinerja Kegiatan sebagai berikut :

Input        :  Sumber Daya Manusia, dana, sarana prasarana dan  perkara.

Output     :  target kegiatan : Dirumuskan  menyelesaikan perkara dengan  cepat dan tepat dengan target  90 %,

Percepatan minutasi yang tidak lebih dari 14 hari kerja.

Input :  Sumber Daya Manusia, dana, sarana prasarana dan  perkara.

Output : target kegiatan : Dirumuskan  menyelesaikan perkara dengan  cepat dan tepat dengan target  100 %,

7. Terwujudnya laporan dengan baik dan benar serta tepat waktu .Membuat laporan bulanan, triwulan , semesteran dan laporan tahunan dengan data lengkap, akurat, dapat dipertanggung jawabkan serta tepat waktu.

 Pengukuran Kinerja Kegiatan sebagai berikut :

 Input       : Sumber Daya Manusia, dana dan data.

Output     : Terlaksananya pelaporan dengan akurat dan tepat waktu dengan target  98 %

8. Melakukan evaluasi kerja, dengan indikator kinerja melaksanakan rapat kordinasi evaluasi kerja bulanan dan evaluasi akhir tahun.

Pengukuran Kinerja Kegiatan sebagai berikut :

Input      :  Sumber Daya Manusia dan dana.

Output   : Dirumuskan kegiatan yaitu  melaksanakan rapat kordinasi, evaluasi kerja bulanan dan evaluasi akhir tahun.dengan target  100 %.

Sasaran kedua : Terwujudnya  Pengadilan Negeri Boyolali  yang bersih, berwibawa, transparan dan akuntabel.

Sasaran ini dilaksanakan dengan program  sebagai berikut :

1 Meningkatkan pengawasan dan pembinaan dengan indikator kinerja Pengawasan internal dan eksternal  berjalan dengan efektif dan berhasil guna.

Input      :  Sumber Daya Manusia dan dana

Output   :  Target kegiatan 90 %,

2 Meningkatkan Sumber Daya Manusia, dengan indikator kinerja :

- Melaksanakan Diskusi secara berkala

- Mengikut sertakan dalam pelatihan (sesuai kebutuhan)

- Kajian kepustakaan

- Memotifasi  pegawai untuk mengikuti pendidikan kejenjang yang lebih tinggi

- Optimalisasi pengelolaan dan pemanfaatan perpustakaan

Pengukuran Kinerja Kegiatan sebagai berikut :

Input      :  Sumber Daya Manusia, dana

Output   : target kegiatan : Dirumuskan program kerja yaitu meningkatkan Sumber Daya Manusia dengan mengemukakan empat indikator kinerja rata-rata 100 % 

3 Meningkatkan transparansi Pengadilan Negeri Boyolali, dengan indikator kinerja 

Pengadilan Negeri Boyolali terbuka untuk diakses melalui :

3.1. website     http://www.pn_boyolali.go.id

3.2. email : Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya

Input      :  Sumber Daya Manusia,  dana  dan teknologi

Output   :  Kegiatan, dirumuskan program kerja yaitu  meningkatkan transparansi Pengadilan Negeri Boyolali agar masyarakat luas dapat memperoleh informasi dengan mengakses website Pengadilan Negeri Boyolali dengan target 90 %.

4 Meningkatkan tertib administrasi keuangan sesuai dengan anggaran DIPA dengan indikator kinerja terselenggaranya anggaran DIPA sesuai dengan ketentuan.

Input      :  Sumber Daya Manusia dan dana.

Output   : target  kegiatan  meningkatkan tertib administrasi keuangan sesuai dengan anggaran DIPA  100 % .

5 Meningkatkan Sistim Adminstrasi dan Menejemen Kepegawaian dengan indikator kinerja menggunakan SIMPEG dan pemutahiran data.

Input      :  Sumber Daya Manusia, dana dan teknologi

Output   : target  kegiatan, dirumuskan program kerja meningkatkan Sistim Adminstrasi dan Menejemen Kepegawaian (SIMPEG) dengan target  98 % .

6 Melaksanakan tata persuratan dan invenarisasi sesuai dengan peraturan dengan indikator terlaksananya SK KMA No. 143/07 tentang Tata Persuratan.

Input      :  Sumber Daya Manusia, dana  dan teknologi

Output   : target  kegiatan : dirumuskan program kerja yaitu melaksanakan tata persuratan dan invenarisasi sesuai dengan peraturan dengan target  90 % .

7 Penataan barang Inventaris milik Negara dengan indikator mencatat barang Negara dalam DIPA, Rekonsiliasi SIMAK BMN, Pemeliharaan barang inventaris dan mengusulkan penghapusan.

Input      :  Sumber Daya Manusia, dana  dan barang inventaris

Output   : target  kegiatan : dirumuskan terwujudnya penataan inventaris barang milik Negara sesuai ketentuan dan melaksanakan penghapusan dengan target 100%

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

AKUNTABILITAS KINERJA

 

Akuntabilitas kinerja Pengadilan Negeri Boyolali merupakan perwujudan kewajiban untuk mempertangung jawabkan keberhasilan dan kegagalan  pelaksanaan tugas pokok  dan fungsinya  dalam mencapai sasaran yang telah ditetapkan.

Kinerja Pengadilan Negeri Boyolali  tahun 2011 tergambar dalam tingkat pencapaian sasaran  yang dilaksanakan melalui berbagai kegiatan  sesuai dengan program dan kebijakan yang telah di tetapkan.

A Pengukuran Kinerja (Perbandingan Antara Target dan Realisasi Kinerja)

Dalam pengukuran kinerja akan dilakukan perbandingan antara target dan realisasi kinerja. Berdasarkan Instruksi Presiden Republik Indonesia  Nomor 7 Tahun 1999 tentang Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP)   dan Pedoman Penyusunan Pelaporan  Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yang diterbitkan oleh  Lembaga Administrasi Negara digunakan untuk  menilai  keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan sesuai dengan tujuan, sasaran, program dan kegiatan  yang telah ditetapkan dalam rangka mewujudkan  visi dan misi Pengadilan Negeri Boyolali menuju Badan Peradilan Indonesia yang agung.

Pengukuran Kinerja Pengadilan Negeri Boyolali, mencakup penilaian tingkat pencapaian target (dari rencana tingkat capaian), kegiatan dari masing-masing kelompok, indikator kinerja kegiatan  dan penilaian tingkat pencapaian target sasaran dari masing-masing indikator kinerja dan sasaran  yang ditetapkan dalam  Rencana Kerja  Tahunan (RKT).

Proses pengukuran kinerja didahului dengan penetapan indikator kinerja  kegiatan, yaitu ukuran kuantitatif dan kualitatif yang mengambarkan tingkat pencapaian  suatu kegiatan. Indikator-indikator tersebut secara lansung atau tidak langsung  dapat mengindikasikan   keberhasilan pencapaian sasaran.

Indikator kinerja kegiatan yang dipakai dalam laporan kinerja Pengadilan Negeri Boyolali Tahun 2011 meliputi masukan (input), keluaran (output) dan hasil (outcome), masing-masing sebagai berikut :

1. Input adalah segala sesuatu yang dibutuhkan agar pelaksanaan kegiatan dan program dapat berjalan, misalnya sumber daya manusia, sarana dan prasarana, waktu, teknologi dan  lain sebagainya.

2. Output adalah segala sesuatu yang diharapkan langsung dapat dicapai  dari sesuatu kegiatan  yang dapat berupa fisik  dan /atau non fisik.

3. Outcome adalah indikator yang menggambarkan hasil nyata dari keluaran  sesuatu kegiatan pada jangka pendek (efek langsung).

Tujuan strategis  lembaga Peradilan sebagai mana disebutkan  dalam LAKIP Mahkamah Agung  tahun 2010 adalah sebagai berikut :

1. Pencari keadilan merasa kebutuhan dan kepuasannya terpenuhi

2. Setiap pencari keadilan dapat menjangkau badan Peradilan

3. Publik Percaya bahwa Mahkamah Agung dan Badan peradilan dibawahnya memenuhi butir 1 dan 2 diatas.

Berdasarkan tujuan strategis tersebut diatas, maka Pengadilan Negeri Boyolali  berusaha dan mampu  memberikan  kepecayaan kepada publik untuk melaksanakan point 1 dan 2 dengan 2 (lima)  Indikator  Kerja Utama (IKU) yaitu :

1 Terselenggaranya  Peradilan yang sederhana, cepat dan biaya ringan kepada semua pencari keadilan,  

2   Terwujudnya  Pengadilan Negeri Boyolali  yang bersih, berwibawa, transparan dan akuntabel.

Kedua Indikator  utama tersebut  didukung dengan 15  program yang saling terkait, Secara rinci tingkat capaian dari   sasaran tersebut  adalah  :

Sasaran I : Terselenggaranya  Peradilan yang sederhana, cepat dan  biaya ringan.

Sasaran ini dilaksanakan dengan program  sebagai berikut :

1. Membuat  uraian tugas masing-masing pegawai untuk melaksanakan tugasnya dengan penuh tanggung jawab

2. Melaksanakan penerimaan perkara sesuai pola Bindalmin dengan menggunakan program SIADPA untuk mencapai pelayanan prima.

3. Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia memitifasi untuk menempuh pendidikan kejenjang yang lebih tinggi, mengikut sertakan pada pelatihan dan penataran serta melakukan diskusi secara rutin dan terjadwal

4. Meningkatkan sarana dan prasarana pelayanan hukum.

5. Memberikan bantuan hukum

6. Penyelesaian perkara secara cepat dan tepat waktu termasuk minutasi perkara

7. Meningkatkan tertib pelaporan, pemberkasan dan pengarsipan perkara sesuai dengan ketentuan

8. Melakukan evaluasi kerja dan memberikan penghargaan kepada pegawai yang berprestasi

Sasaran pertama  :

1. Membuat  uraian tugas masing-masing pegawai dengan membagi habis program kerja dengan keadaan Pegawai sebagai berikut :

Hakim.

NO

JABATAN

PANGKAT

GOL/RUANG

JUMLAH

1.

Hakim Madya Muda

Pembina Tingkat I

IV / b

2

2.

Hakim Madya Pratama

Pembina

IV / a

0

3.

Hakim Pratama Utama

Penata Tingkat I

III / d

2

4.

Hakim Pratama Madya

Penata

III / c

4

5.

Hakim Pratama Muda

Penata Muda Tingkat I

III / b

0

6.

Hakim Pratama

Penata Muda

III / a

0

 

JUMLAH TOTAL

 

 

8

 

 

 

a. Jumlah Hakim menurut jenis kelamin dan tingkat pendidikan.

NO

JENIS KELAMIN

S.1

S.2

S.3

JUMLAH

1.

Laki – Laki

1

3

0

4

2.

Perempuan

2

2

0

4

 

JUMLAH TOTAL

3

5

0

8

 

1 orang hakim (Ketua Pengadilan Negeri Boyolali) sedang mengikuti pendidikan program Doktor (S-3)

Panitera / Panitera Pengganti

NO

JABATAN

PANGKAT

GOL/RUANG

JUMLAH

1.

Panitera/Sekretaris

Pembina

IV / a

1

2.

Wakil Panitera

Penata Tingkat I

III / d

1

3.

Pan. Mud. Perdata

Penata Tingkat I

III / d

1

4.

Pan. Mud. Hukum

Penata Tingkat I

III / d

1

5.

Pan. Mud. Pidana

Penata 

III / c

1

6.

Panitera Pengganti

Penata

III / c

10

7.

Panitera Pengganti

Penata Muda Tingkat I

III / b

2

 

JUMLAH TOTAL

 

 

16

 

Jurusita dan Jurisita Pengganti.

a. Jurusita.

Sampai tanggal 31 Desember 2011 Pengadilan Negeri Boyolali  mempunyai  1 orang Jurusita.

b. Jurusita Pengganti

NO

PANGKAT

GOL/RUANG

SLTA

S.1

JUMLAH

1.

Penata Muda

III / a

0

1

1

2.

Penata Muda Tk.I

III / b

7

1

8

 

JUMLAH

 

7

2

9

 

Pegawai Non Teknis

NO

JABATAN

ESELON

PANGKAT

GL/RG

SLTA

S.1

JML

1.

Wakil Sekretaris

    IV. b

Penata Tk. I

 III / c

0

1

1

2.

Ka. Ur. Umum

 V . a

Penata Md.Tk.I

III / b

-

1

1

3.

Ka. Ur. Keuangan

    V  .a

Penata Md TK I

III / b

1

0

1

4.

Ka. Ur. Kepeg.

 V . a

Panata Md. Tk I

III / b

1

0

1

5.

Staf Ka. Ur. Umum

 

Pengatur Tk I

II / d

1

-

1

6.

Staf  Kau. Ur Kepeg

 

Penata Muda

III / a

2

-

1

7.

Staf  Kau. Keu

 

Penata Muda

III / a

-

1

2

 

JUMLAH

 

 

 

5

3

8

 

Dengan indikator kinerja: masing-masing pegawai melaksanakan tugasnya  sesuai dengan job diskription dengan Pengukuran Kinerja Kegiatan sebagai berikut :

Input    : Sumber Daya Manusia, sarana, prasarana dan dana

Output   :  Sebagai rencana tingkat capaian (target)  kegiatan : Dirumuskan program kerja dengan  melaksanakan tugas sesuai uraian tugas dari masing-masing  Pegawai Pengadilan Negeri Boyolali dengan target 100 %,

Outcome sebagai  Realisasi  Kinerja program ini 95 %.

Perbandingan antara   Target rata-rata  dengan realisasi rata-rata kurang 5 % dari target dan Nilai Capaian Kinerja  cukup tinggi adalah 95 %. (nilai diatas 85% adalah kategori sangat berhasil.

Permasalahan dan Kendala yang dihadapi : kurangnya sumber daya manusia

Pegawai Pengadilan Negeri Boyolali  yang berjumlah 49 orang tidak memberi pengaruhi karena volume pekerjaan dengan sumber daya manusia yang ada tidak seimbang, sehingga terjadi rangkap jabatan, volume kerja bertambah  dengan adanya rangkap jabatan  yang mempengaruhi realisasi  kinerja. 

2   Melaksanakan penerimaan perkara sesuai dengan pola Bindalmin, dengan indikator kinerja pelayanan prima terhadap masyarakat pencari keadilan

Pengukuran Kinerja Kegiatan sebagai berikut :

Input     : Sumber Daya Manusia, dana dan perkara yang diterima di Pengadilan Negeri Boyolali sebanyak : 228 perkara.

Output  : Sebagai rencana tingkat capaian (target)  kegiatan : Dirumuskan program kerja yaitu  Pelayanan prima terhadap masyarakat pencari keadilan dengan target   98 %

Pengukuran Kinerja  digambarkan dalam table sebagai berikut :

 

 

No

 

 

Indikator Kinerja

 

Target tahun 2011

(%)

 

Realisasi

Tahun 2011

(%)

 

Nilai Capaian Kinerja Tahun 2011

   (%)

2

Pelayanan prima terhadap masyarakat pencari keadilan

100

95

95

 

Outcome sebagai  Realisasi  Kinerja program ini 95 %.

Perbandingan antara   Target rata-rata  dengan realisasi rata-rata kurang 5% dari target dan Nilai Capaian Kinerja  cukup tinggi adalah 95 %. (nilai diatas 85% adalah kategori sangat berhasil).

Pemasalahan dan Kendala yang dihadapi : yaitu kurangnya sarana dan prasarana termasuk server siadpa yang kapasitasnya tidak memadai lagi.

3  Meningkatkan Sumber Daya Manusia,

Dalam meningkatkan SDM, agar dapat mengimbangi beban kerja yang ada dengan SDM yang tersedia dengan indikator kinerja :

- Melaksanakan diskusi, mengikut sertakan dalam pelatihan (sesuai kebutuhan)

- Kajian kepustakaan dalam menigkatkan pengetahuan

- Memotifasi  pegawai untuk mengikuti pendidikan kejenjang yang lebih tinggi

- Optimalisasi pengelolaan dan pemanfaatan perpustakaan

Pengukuran Kinerja Kegiatan sebagai berikut :

Input     :  Sumber Daya Manusia, dana dan elektronik

Output   : Sebagai rencana tingkat capaian (target)  kegiatan : Dirumuskan program kerja yaitu meningkatkan Sumber Daya Manusia dengan target masing-masing  indikator kinerja :

- Melaksanakan diskusi, target 100%

- mengikut sertakan dalam pelatihan (sesuai kebutuhan), target  100 %, 

- Kajian kepustakaan, target 80 % ,

- Memotifasi melanjutkan pendidikan Tingkat pendidikan S-1, S-2 dan S-3, target 80 %

- Optimalisasi pengelolaan dan pemanfaatan perpustakaan target    80 % 

Pengukuran Kinerja  digambarkan dalam table sebagai berikut :

 

 

 

 

No

 

 

Indikator Kinerja

 

Target tahun 2011

(%)

 

Realisasi

Tahun 2011

(%)

 

Nilai Capaian Kinerja Tahun 2011

   (%)

 

3

 

3.1 Melaksanakan Diskusi

3.2 mengikut sertakan dalam pelatihan (sesuai kebutuhan)

3.3 Kajian kepustakaan

3.4 Memotifasi  pegawai untuk mengikuti pendidikan kejenjang yang lebih tinggi

3.5 Optimalisasi pengelolaan dan pemanfaatan perpustakaan

 

100

100

 

 

80

80

 

 

 

80

 

94

90

 

 

70

71

 

 

 

71

 

94

90

 

 

88.20

89,40

 

 

 

82,35

 

 

91

81

88,79

 

Dari table tersebut perbandingan antara   Target rata-rata  (91,50%) dengan realisasi rata-rata (81,75 % ) .

Outcome sebagai  Realisasi  Kinerja program ini rata-rata 88,79 %.

Perbandingan antara   Target rata-rata  dengan realisasi rata-rata kurang 10 % dari target dan Nilai Capaian Kinerja  cukup tinggi adalah 88,79 %. (nilai diatas 85% adalah kategori sangat berhasil)

Pemasalahan dan Kendala yang dihadapi :

Waktu yang digunakan untuk kegiatan diskusi dan kajian pustaka  sangat terbatas, apalagi sekolah kejenjang yang lebih tinggi disebabkan padatnya kegiatan tugas pokok sementara SDM masih sangat kurang.

Karena animo untuk meningkatkan pendidikan tercatat sedang melajutkan S-2 dua orang dan S-3 satu orang.

4. Meningkatkan sarana dan prasarana pelayanan hukum, dengan indikator kinerja yaitu  tersedianya sarana dan prasarana  menunjang pelayanan hukum.

Pengukuran Kinerja Kegiatan sebagai berikut :

Input     :  Sumber Daya Manusia, dana, sarana dan prasarana.

Output : Sebagai rencana tingkat capaian (target)  kegiatan : Dirumuskan  kegiatan yaitu meningkatkan sarana dan prasarana penunjang  pelayanan hukum dengan target  90 %

 

 

Pengukuran Kinerja  digambarkan dalam table sebagai berikut :

 

 

No

 

 

Indikator Kinerja

 

Target tahun 2011

(%)

 

Realisasi

Tahun 2011 (%)

 

Nilai Capaian Kinerja Tahun 2011

   (%)

 

4

 

Tersedianyadan tercukupi sarana dan prasarana  penunjang pelayanan hukum

 

90

 

77

 

85,56

 

Outcome :  Rehab dan perluasan gedung kantor yang terletak di Jalan Perintis Kemerdekaan No 2 Boyolali, 1 Unit OHProjctor dan Touch Screen, 5 unit AC sebagai realisasi sarana dan prasarana mencapai   77 %,  dan Nilai Capaian kinerja  sebagai outcame 85,56%.

Perbandingan antara  Target rata-rata  dengan realisasi rata kurang 4,44 % dari target dan Nilai Capaian Kinerja  cukup tinggi adalah 85,56 %. (nilai diatas 85% adalah kategori sangat berhasil)

Pemasalahan dan Kendala yang dihadapi :

Kurangnya sarana dan prasarana  menunjang pelayanan hukum, ternyata tidak mencapai sesuai dengan target peralatan komputer masih sangat kurang serta server siadpa tidak memadai lagi.

5. Memberikan pelayanan bantuan hukum kepada pencari keadilan, yaitu  berperkara secara cuma-cuma (prodeo) dengan penyerapan dana dari DIPA Pengadilan Negeri Boyolali, Pengukuran Kinerja Kegiatan sebagai berikut :

Input     : Sumber Daya Manusia, dana dari DIPA

Output   : Sebagai rencana tingkat capaian (target)  kegiatan : Dirumuskan  kegiatan         : berpekara secara cuma-cuma dengan target  100 % dengan realisasi 60 %

 

Pengukuran Kinerja  digambarkan dalam table sebagai berikut : 

 

 

No

 

 

Indikator Kinerja

Target tahun 2011 (%)

Realisasi

Tahun 2011

(%)

Nilai Capaian Kinerja Th 2011   (%)

5

37 perkara dari anggaran yang tersedia untuk perkara prodeo

100

 

60

 

60

Outcome sebagai  Realisasi  Kinerja program ini 60 %.

Perbandingan antara target dan realisasi : kurang 40 %  dari target,  dan Nilai Capaian Kinerja adalah 60 %.

Kendala yang dihadapi :

Anggaran yang tersedia tidak dapat diserap  semua karena ada diantara pencari keadilan  tidak bersedia menggunakan fasilitas bantuan hukum yang telah disediakan

6. Menyelesaikan perkara dengan  cepat dan tepat. dengan indikator kinerja yaitu peningkatan jumlah putusan dan penyelesaian perkara dan penyelesaian minutasi

Pengukuran Kinerja Kegiatan sebagai berikut :

Input             :   Sumber Daya Manusia, dana, sarana prasarana dan  perkara.

Output   : Sebagai rencana tingkat capaian (target)  kegiatan : Dirumuskan  menyelesaikan perkara dengan  cepat dan tepat dengan target  90 %, dan Keadaan perkara di Pengadilan Negeri Boyolali tahun 2011 serta target minutasi 100%. 

                                     Keadaan Perkara Tahun 2011

 

Sisa tahun 2010

 

Terima Tahun 2011

 

Jumlah

 

Putus

 

Sisa tahun 2011

 

23

 

205

 

235

 

200

 

28

 

Sisa ideal adalah 10 % dari jumlah perkara dengan pertimbangan memperhitungkan perkara yang diterima diakhir tahun yang bersangkutan sehingga  target  ditetapkan   90 %  dengan  perhitungan  outcome = 200 : 235 x 100 = 72,59 %, oleh karena target  90 %  nilai capaian kinerja  = 72,59: 90 x 100 = 80,65 %

Outcome sebagai  Realisasi  Kinerja program penyelesaian perkara 72,59 %.

Perbandingan antara target (90%) dan realisasi : kurang 17,41 %  dari target,  dan Nilai Capaian Kinerja adalah 80,65 %.

              putus :   34

Keadaan  Minutasi Perkara Perdata Tahun 2011

 

Sisa Minutasi 2010

 

Putus 2011

 

Jumlah

 

Minutasi 2011

 

Sisa tahun 2011

0

29

46

34

14

 

Outcome sebagai  Realisasi  Kinerja program

Minutasi perkara : 34 : 46 x 100 = 73,9 %

Pengukuran Kinerja  digambarkan dalam table sebagai berikut:

 

 

No

 

 

Indikator Kinerja

 

Target tahun 2011

(%)

 

Realisasi

Tahun 2011 (%)

 

Nilai Capaian Kinerja Tahun 2011   (%)

 

1

 

- Peningkatan jumlah  

  putusan dan

- Penyelesaian perkara

  Minutasi perkara

 

90

 

100

 

73,9

 

100

 

73,9

 

100

 

Realiasi  Penyelesaian perkara tahun 2011:

- Perkara putus : 29 : 46 x 100 = 63.04 %, oleh karena target 90 %  nilai capaian kinerja  = 63.04 : 90 x 100 = 70,04 %

    Outcome sebagai  Realisasi  Kinerja program ini 70,04 %.

- Minutasi perkara : 34 : 46 x 100 = 73.91 %

Perbandingan antara target dan realisasi : 100 % berbanding 73,91 %  ternyata tidak mencapai sesuai dengan target, kurang 26,09 %, dan Nilai Capaian Kinerja adalah 70,04 %.  Kurang  3,87 % dari sisa ideal, dan nilai capaian kinerja dibawah  85 % sisa perkara  tahun ini 14 adalah naik dibanding tahun lalu  sisa perkara tahun 2010 sejumlah 4 perkara, mengalami kenaikan sisa perkara 16 perkara

Sisa perkara tahun 2011 sebanyak 14 perkara dengan nilai capaian kinerja    80,65 %  sedang sisa perkara tahun 2010 sebanyak 4 perkara dengan nilai capaian kinerja   84,5 % ,  terjadi penurunan  sebesar 3,85 %

                                                        Sisa Perkara

 

Sisa Perkara

 

Gugatan

 

Permohonan

 

14

 

46

 

31

 

Sisa perkara Tahun 2011 sebanyak 14 perkara  disebabkan antara lain :

Dari sisa perkara  yang belum putus :

    Disisi lain penyelesaian perkara dalam minutasi Perkara putus sebanyak 34 (termasuk sisa minutasi tahun 2010, 30 perkara), dan diminutasi  tahun ini 34 =  73,91 % atau sisa yang belum diminutasi 14 perkara : 3.85 %, tingkat keberhasilam dalam minutasi sangat baik.

Minutasi perkara : 34 : 46 x 100 = 73,91 %

 

 

 

 

 

No

 

 

Indikator Kinerja

 

Target tahun 2011

(%)

 

Realisasi

Tahun 2011 (%)

 

Nilai Capaian Kinerja Tahun 2011  (%)

 

5

 

Penyelesaian perkara

 Minutasi perkara

   

100

   

73,91

     

73,91

   

7. Terwujudnya laporan dengan baik dan benar serta tepat waktu.

Membuat laporan bulanan, triwulan , semesteran dan laporan    tahunan dengan data lengkap, akurat, dapat dipertanggung jawabkan serta tepat waktu.

Pengukuran Kinerja Kegiatan sebagai berikut :

Input     :  Sumber Daya Manusia, dana dan data.

Output   : Terlaksananya pelaporan dengan akurat dan tepat waktu dengan rencana tingkat capaian (target) 98 % 

Pengukuran Kinerja  digambarkan dalam table sebagai berikut :

 

 

No

 

 

Indikator Kinerja

Target tahun 2011 (%)

Realisasi

Tahun 2011 (%)

Nilai Capaian Kinerja Tahun 2011   (%)

7

- Pembuat Pelaporan tepat   Waktu

- Pemberkasan dan pengarsipan perkara sesuai dengan ketentuan

100

 

100

90

 

90

90

 

90

         

Outcome  rata-rata sebagai  Realisasi  Kinerja program ini 90 %.

Perbandingan antara target dan realisasi : 100 % berbanding 90 %  dengan Nilai Capaian Kinerja adalah   rata-rata 90 %.

8   Melakukan evaluasi kerja, dengan indikator kinerja melaksanakan rapat kordinasi evaluasi kerja bulanan dan evaluasi akhir tahun.

Pengukuran Kinerja Kegiatan sebagai berikut :

Input      :    Sumber Daya Manusia dan dana.

Output :  Sebagai rencana tingkat capaian (target)  kegiatan :  Dirumuskan        kegiatan yaitu  melaksanakan rapat kordinasi, evaluasi kerja bulanan dan evaluasi akhir tahun dengan target  100 %, 

Pengukuran Kinerja  digambarkan dalam table sebagai berikut  :

 

 

No

 

 

Indikator Kinerja

 

Target tahun 2011 (%)

 

Realisasi

Tahun 2011 (%)

 

Nilai Capaian Kinerja Tahun 2011   (%)

 

8

 

 

- Melaksanakan rapat kordinasi bulanan

- Eevaluasi kerja  bulanan

- Evaluasi akhir tahun

 

100

 

100

 

100

 

97

 

97

 

97

 

97

 

97

 

97

Outcome sebagai  Realisasi  Kinerja program ini 97 %.

Perbandingan antara target dan realisasi : 100 % berbanding 97 %  dengan Nilai Capaian Kinerja adalah 97 %.

Terselenggaranya rapat kordinasi secara rutin dan rapat terbatas lainnya sesuai dengan kebutuhan. Rapat kordinasi sangat dirasakan manfaatnya sebagai wadah informasi, pembinaan, penyelesian masalah, evaluasi pelaksanaan kegiatan bulanan dan evaluasi akhir tahun  dengan nilai capaian  kinerja   97  % .

Pemasalahan dan Kendala yang dihadapi :

Masih ada pegawai yang belum tanggap untuk tindak lanjut hasil rapat. 

Sasaran 2 : Terwujudnya Pengadilan Negeri Boyolali yang bersih, berwibawa, transparan dan akuntabel

Sasaran ini dilaksanakan dengan program  sebagai berikut :

1. Meningkatkan pengawasan dan pembinaan.

2. Meningkatkan sumber daya manusia

3. Meningkatkan transparansi Pengadilan Negeri Boyolali.

a. Meningkatkan tertib administrasi keuangan sesuai dengan anggaran DIPA.

4. Meningkatkan sistim administrasi kepegawaian (SIMPEG).

5. Melaksanakan tata persuratan dan inventarisasi  sesuai dengan pertaturan.

6. Melaksanakan inventarisasi  barang sesuai dengan peraturan

Sasaran kedua  dengan program  :

1. Meningkatkan pengawasan dan pembinaan dengan indikator kinerja Pengawasan internal dan eksternal  berjalan dengan efektif dan berhasil guna.

Input    :  Sumber Daya Manusia dan dana

Output :  Sebagai rencana tingkat capaian (target)  kegiatan : Dirumuskan program kerja meningkatkan pengawasan dan pembinaan dengan target   90 %, dengan bentuk pengawasan yang dilaksanakan secara langung maupun tidak langsung  baik pengawasan rutin dengan melakukan pemeriksaan secara konprehensip dan menunjuk para hakim  sebagai Hakim Pengawas Bidang 

 

 

 

 

 

Pengukuran Kinerja  digambarkan dalam table  sebagai berikut :

 

 

No

 

 

Indikator Kinerja

 

Target tahun 2011

(%)

 

Realisasi

Tahun 2011

(%)

 

Nilai Capaian Kinerja Tahun 2011(%)

 

 

Keterangan

 

1

 

- Pengawasan internal dan eksternal  berjalan dengan efektif dan berhasil guna.

- Pengawasan Hakim Pengawas bidang

 

 

100

 

 

 

100

 

 

100

 

 

 

100

 

 

90

 

 

 

90

 

Tidak ada pegawai yang bermasalah.

 

Tiap bulan dilaksanakan dan dilaporkan per triwulan

 

Outcome: Terlaksananya pengawasan meliputi tingkalaku hakim/pegawai, pelaksanaan tugas pokok di bagian kepaniteraan, kesekretariatan  dan melakukan evaluasi, pembinaan  serta melakukan tindak lanjut  dan penyelesaian dari temuan,  sebagai  Realisasi  Kinerja program ini  rata-rata 90 %. . Perbandingan antara target dan realisasi : 100 % berbanding 90 %  dengan Nilai Capaian Kinerja  tara-rata adalah 90 %.

2. Meningkatkan Sumber Daya Manusia,

Dalam meningkatkan SDM, agar dapat mengimbangi beban kerja yang ada dengan SDM yang tersedia dengan indikator kinerja :

- Melaksanakan diskusi

- Mengikut sertakan dalam pelatihan (sesuai kebutuhan)

- Kajian kepustakaan dalam menigkatkan pengetahuan

- Memotifasi  pegawai untuk mengikuti pendidikan kejenjang yang lebih tinggi

- Optimalisasi pengelolaan dan pemanfaatan perpustakaan

Pengukuran Kinerja Kegiatan sebagai berikut :

Input    :  Sumber Daya Manusia, dana dan elektronik

Output             :  Sebagai rencana tingkat capaian (target)  kegiatan : Dirumuskan program kerja yaitu meningkatkan Sumber Daya Manusia dengan target masing-masing  indikator kinerja :

- Melaksanakan diskusi dengan target 100 %

- Mengikut sertakan dalam pelatihan (sesuai kebutuhan), target  100 %, 

- Kajian kepustakaan, target 85 % ,

- Memotifasi melanjutkan pendidikan Tingkat pendidikan S-1, S-2 dan S-3, target 85 %

- Optimalisasi pengelolaan dan pemanfaatan perpustakaan target    85 %        

Pengukuran Kinerja  digambarkan dalam table sebagai berikut :

 

 

No

 

 

Indikator Kinerja

 

Target tahun 2011(%)

 

Realisasi

Tahun 2011 (%)

 

Nilai Capaian Kinerja Tahun 2011   (%)

 

2

 

2.1 Melaksanakan Diskusi

2.2 Mengikut sertakan dalam pelatihan (sesuai kebutuhan)

2.3 Kajian kepustakaan

2.4 Memotifasi  pegawai untuk mengikuti pendidikan kejenjang yang lebih tinggi

2.5 Optimalisasi pengelolaan dan pemanfaatan perpustakaan

 

100

100

 

 

85

     85

 

 

 

85

 

94

90

 

 

75

76

 

 

 

70

 

94

90

 

 

88.20

89,40

 

 

 

82,35

 

 

Dari table tersebut perbandingan antara   Target rata-rata (92,50%) dengan realisasi rata-rata (83,75 % ) .

Outcome sebagai  Realisasi  Kinerja program ini 90,40 %.

Perbandingan antara   Target rata-rata  (92,50%) dengan realisasi rata-rata (83,75 % ) .

ternyata tidak mencapai sesuai dengan target, namun Nilai Capaian Kinerja  cukup tingi adalah 90.40 %.

Pemasalahan dan Kendala yang dihadapi :

Waktu yang digunakan untuk kegiatan diskusi dan kajian pustaka  sangat terbatas, apalagi sekolah kejenjang yang lebih tinggi disebabkan padatnya kegiatan  dalam melaksanakan tugas pokok sementara jumlah  SDM masih sangat kurang.

Meskipun demikian  animo untuk meningkatkan pendidikan tercatat tahun ini 2 (tiga) orang hakim  sedang melajutkan ke jenjang  lebih tinggi yaitu S-2 satu orang dan S-3 satu orang.

3   Meningkatkan transparansi Pengadilan Negeri Boyolali, dengan indikator kinerja 

Pengadilan Negeri Boyolali terbuka untuk diakses melalui :

3.1. website     http://www.pn_boyolali.go.id

3.2. email : Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya m  Yaitu Memberi informasi melalui web. dengan  mengisi menu yang tersedia serta memantau dan melakukan up dating informasi  sesuai kebutuhan serta meningkatkan menejemen modern dan transparansi.

Input : Sumber Daya Manusia,  dana  dan teknologi, bahan informasi/peraturan- peraturan.

Output :  Sebagai rencana tingkat capaian (target)  kegiatan, dirumuskan program kerja yaitu  meningkatkan transparansi Pengadilan Negeri Boyolali agar masyarakat luas dapat memperoleh informasi dengan :  mengakses website Pengadilan Negeri Boyolali dengan target 90 %.  Upaya peningkatan manajemen modern dan transparansi  dengan realisasi  pelaksanaan  87 %,

Pengukuran Kinerja  digambarkan dalam table sebagai berikut :

 

 

No

 

 

Indikator Kinerja

 

Target Tahun 2011

(%)

 

Realisasi

Tahun 2011 (%)

 

Nilai Capaian Kinerja Tahun 2011 (%)

 

 3

 

 

Pengadilan Negeri Boyolali terbuka untuk diakses melalui :

Website  http://www. pn_   boyolali   go.id dan Email: Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya

Memberi informasi melalui web. dengan  mengisi menu yang tersedia

- Memantau dan melakukan up datang informasi  sesuai kebutuhan.

- Menejemen modern dan transpansi

 

100

 

 

 

 

 

 

 

100

 

 

100

 

90

 

 

 

 

 

 

 

90

 

 

90

 

90

 

 

 

 

 

 

 

90

 

        

        90

 

Upaya peningkatan manajemen modern dan transparansi   berbasis IT dengan realisasi  pelaksanaan   rata-rata 90 %,

Outcome sebagai  Realisasi  Kinerja program ini 90 %.

Perbandingan antara target dan realisasi : 100 % berbanding 90 %  dengan Nilai Capaian Kinerja adalah 90 %.

Pemasalahan dan Kendala yang dihadapi :

Pengetahun tentang informasi teknologi masih  terbatas sehingga tidak sepenuhnya melaksanakan menejemen modern .

Hambatan: Terbatasnya pegawai, operator merangkap tugas-tugas lainnya dibidang kesekretariatan.

4.  Meningkatkan tertib administrasi keuangan sesuai dengan anggaran DIPA dengan indikator kinerja terselenggaranya anggaran DIPA sesuai dengan ketentuan.

Input     : Sumber Daya Manusia dan dana

Output   :  Sebagai rencana tingkat capaian (target)  kegiatan  dirumuskan program kerja meningkatkan tertib administrasi keuangan sesuai dengan anggaran DIPA  dengan target  100 % .

Tersedianya Pagu DIPA tahun 2011 

 

Pagu DIPA 2011

 

Belanja

Pegawai

 

Belanja Barang

 

Belanja Modal

 

Realisasi

 

3.868.038.000

 

2.587.348.000

 

325.650.000

 

413.180.000

 

3.232.837.685

 

Pagu DIPA sebesar Rp. 3.868.038.000,- untuk memenuhi belanja pegawai, belanja barang, belanja modal dengan realisasi  Rp. 3.232.837.685 terserap 95.99 %

 

 

 

 

Pengukuran Kinerja  digambarkan dalam table sebagai berikut : 

 

 

No

 

 

Indikator Kinerja

 

Target tahun 2011(%)

 

Realisasi

Tahun 2011

(%)

 

Nilai Capaian Kinerja Tahun 2011   (%)

 

4

 

- Meningkatkan tertib administrasi keuangan sesuai dengan anggaran

 

100

 

 

95.99

 

 

95.99

 

- Pagu DIPA

belanja pegawai

belanja barang

belanja modal

    

100

100

100

 

95.45

99,78

98,10

 

95.45

99,78

98,10

 

 

300

95,99

95,99

 

Outcome    : Terlaksananya Realisasi anggaran DIPA Tahun 2011 dengan baik dan akuntabel, dan target yang ditetapkan dengan nilai capaian kinerja 95,99 % dengan Nilai Kinerja program ini 95,99 %.

Nilai capaian kinerja kurang dari target dengan yaitu 4,01 %, kekurangan tersebut karena adanya mutasi dan pensiun pegawai.

5.  Meningkatkan Sistim Adminstrasi dan Menejemen Kepegawaian dengan indikator kinerja menggunakan SIMPEG dan pemutahiran data.

Input     :  Sumber Daya Manusia, dana dan teknologi

Output  :  Sebagai rencana tingkat capaian (target)  kegiatan, dirumuskan program kerja meningkatkan Sistim Adminstrasi dan Menejemen Kepegawaian (SIMPEG) dengan target  100 % . Tersedianya dan dapat menggunakan SIMPEG dapat memberikan kemudahan untuk mengakses data pegawai  dengan cepat dan efisien

Pengukuran Kinerja  digambarkan dalam table sebagai berikut : 

 

 

No

 

 

Indikator Kinerja

 

Target tahun 2011 (%)

 

Realisasi

Tahun 2011

(%)

 

Nilai Capaian Kinerja Tahun 2011   (%)

5

- Menggunakan SIMPEG dan pemutahiran data

- Mengusulkan kenaikan pangkat, SK KGB, dan DP3

- Membuat DUK dan Bezeting Formasi.

- Penegakan disiplin

- Mengusahakan Kartu taspen/Karis/Karsu

   100

      

     

  100

 

 

 100

 

100

100

   85

 

   

  100

 

 

   100

 

     95

       0

    85

 

      

 100

 

 

 100

 

    95

     0

 

Outcome sebagai  Realisasi  Kinerja program ini 90 %.

Perbandingan antara target dan realisasi : 100 % berbanding 95 %  dengan Nilai Capaian Kinerja adalah 95 %.

Pemasalahan dan Kendala yang dihadapi :

Pengetahuan tentang simpeg belum memadai dan jika ada  perubahan data pegawai /mutasi pegawai tidak langsung diubahnya, dan pengrusan Kartu Taspen/Karis/Karsu untuk tahun yang bersangkutan tidak ada.

6. Melaksanakan tata persuratan dan inventarisasi sesuai dengan peraturan dengan indikator terlaksananya SK KMA No. 143/07 tentang Tata Persuratan.

Input   :  Sumber Daya Manusia, dana, teknologi dan Surat dan semacamnya

Output : Sebagai rencana tingkat capaian (target)  kegiatan : dirumuskan program kerja yaitu melaksanakan tata persuratan dan inventarisasi sesuai dengan peraturan dengan target  100 % . Tahun 2011 : Tercatat  jumlah surat masuk 1467  surat  dan surat keluar  sebanyak 2895 surat, Pelaksanaan alur surat telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yaitu berpedoman pada SK KMA No. 143/07 tentang Tata Persuratan dengan realisasi  90 %.

            Pengukuran Kinerja  digambarkan dalam table sebagai berikut : 

 

 

No

 

 

Indikator Kinerja

 

Target tahun 2011

(%)

 

Realisasi

Tahun 2011

(%)

 

Nilai Capaian Kinerja Tahun 2011   (%)

6

- Melaksanakan tata      persuratan dan invenarisasi sesuai dengan peraturan

-  Pentaan arsip surat

100

 

 

 

100

90

 

 

 

90

90

 

 

 

90

Outcome sebagai  Realisasi  Kinerja program ini  rata-rata 90 %.

Perbandingan antara target dan realisasi : 100 % berbanding 90 %  dengan Nilai Capaian Kinerja adalah 90 %.

Masalah yang dihadapi

Lembar disposisi surat hanya satu lembar dan surat yang untuk ditindak lanjuti diteruskan sesuai dengan disposisi, setelah petugas  melaksanakannya  surat ada yang tidak kembali lagi ke petugas arsip sehingga agendaris kehilangan lacak surat.

7. Melaksanakan inventarisasi  barang sesuai dengan peraturan dengan indikator terlaksananya program SIMAK BMN 

Input     :  Sumber Daya Manusia, dana, teknologi dan Surat dan semacamnya

Output  : Sebagai rencana tingkat capaian (target)  kegiatan : dirumuskan program kerja yaitu melaksanakan melaksanakan penataan ulang barang-barang inventaris, mencatat  barang dalam DIR, melaksanakan rekonsiliasi SIMAK BMN melakukan pemeliharan dan mengusulkan penghapusan sesuai dengan peraturan dengan target  100 % .

Pengukuran Kinerja  digambarkan dalam table sebagai berikut : 

 

 

No

 

 

Indikator Kinerja

 

Target tahun 2011

(%)

 

Realisasi

Tahun 2011

(%)

 

Nilai Capaian Kinerja Tahun 2011   (%)

7

- Penataan inventaris dan     mencatat barang dalam DIR

- Rekonsiliasi SIMAK BMN

- Pemeliharaan barang   inventaris

-Pengusulkan penghapusan barang inventaris

100

 

 

100

 

100

 

100

90

 

 

90

 

90

 

90

90

 

 

90

 

90

 

90

Outcome sebagai  Realisasi  Kinerja program ini  rata-rata 90 %.

Perbandingan antara target dan realisasi : 100 % berbanding 90 %  dengan Nilai Capaian Kinerja adalah 90 %.

Masalah yang dihadapi Usulan barang yang akan di hapus telah lama namun realisasi belum.

2 AKUNTABILITAS KEUANGAN  PENGADILAN NEGERI  BOYOLALI

Pagu DIPA Tahun  anggaran 2011 Rp. 3.868.038.000;- dengan alokasi :

1. Belanja Pegawai     Rp.  2.587.348.000;-

2. Belanja barang       Rp.     367.510.000;-

3. Belanja Modal       Rp.      413.180.000,-

Realisasi penyerapan  ------------------------------  Rp  3.232.837.685 atau 95.99 %

Dari 3 (tiga) jenis belanja tersebut dana yang tidak terserap dapat dilihat dalam  rincian sebagai berikut :

 

No

 

Jenis Belanja

 

Pagu Rp.

 

Realisasi

 

Persentase

 

 

Pagu DIPA :

belanja pegawai

belanja barang

belanja modal

 

 2.587.348.000

    367.510.000                                                            

    413.180.000

 

 2.469.577.216

    357.929.764

    405.730.705

 

95.44

97,39

98.10

 Untuk secara keseluruhan dapat dilihat dalam table sebagai berikut : 

Dari Januari s/d 31 Desember 2011 hasil pemeriksaan (Kode MAK) telah didapat keadaan sebagai berikut :

1. Belanja Pegawai

 

Belanja Gaji Pokok PNS dengan pagu sebesar Rp 1.630.081.000. s/d 31 Desember 2011 realisasi sebesar Rp 1.589.853.400 atau 97.53 %,

Belanja Pembulatan dengan pagu sebesar Rp 41.000. s/d 31 Desember 2011 realisasi sebesar Rp 49.768 atau 121.39 %,

Belanja Tunj. Suami/Istri PNS dengan pagu sebesar Rp 118.679.000. s/d 31 Desember 2011 realisasi sebesar Rp 111.292.180 atau 93.78 %,

Belanja Tunj. Anak  PNS dengan pagu sebesar Rp 37.148.000. s/d 31 Desember 2011 realisasi sebesar Rp 35.723.102 atau 96.16 %,

Belanja Tunj. Struktural PNS dengan pagu sebesar Rp 25.090.000. s/d 31 Desember 2011 realisasi sebesar Rp 27.760.000 atau 110.64 %,

Belanja Tunj. Fungsional PNS dengan pagu sebesar Rp 231.620.000. s/d 31 Desember 2011 realisasi sebesar Rp 200.930.000 atau 86.75 %,

Belanja Tunj. PPh PNS dengan pagu sebesar Rp 57.686.000. s/d 31 Desember 2011 realisasi sebesar Rp 50.924.786 atau 88.28 %,

Belanja Tunj. Beras PNS dengan pagu sebesar Rp 67.131.000. s/d 31 Desember 2011 realisasi sebesar Rp 100.935.980 atau 150.36 %,

Belanja Uang Makan PNS dengan pagu sebesar Rp 263.407.000. s/d 31 Desember 2011 realisasi sebesar Rp 221.060.000 atau 84.01 %,

Belanja Tunj. Umum PNS dengan  pagu sebesar Rp 46.407.000. s/d 31 Desember 2011 realisasi sebesar Rp 23.485.000 atau 50.61 %,

Belanja Uang Lembur dengan  pagu sebesar Rp 110.345.000 terealisasi sebesar Rp. 107.563.000,- atau 97.48 %, 

2. Belanja Barang

Dari Januari s/d 31 Desember 2011 hasil pemeriksaan (Kode MAK) telah didapat keadaan sebagai berikut :

 

Pengadaan makanan penambah daya tahan tubuh dengan pagu sebesar Rp 3.000.000. s/d 31 Desember 2011realisasi sebesar Rp 3.000.000 atau 100 %,

Poliklinik/Obat-Obatan dengan pagu sebesar Rp 3.000.000. s/d 31 Desember 2011 Rp 3.000.000 atau 100 %, sedang pada tahun 2010 dengan pagu sebesar Rp 2.000.000 realisasi Rp 2.000.000 atau 100 %, sehingga terealisasi seluruhnya.

Pelantikan / pengambilan sumpah dengan pagu sebesar Rp 2.000.000. s/d 31 Desember 2011 realisasi Rp 2.000.000 atau 100 %.

Pengadaan pakaian dinas pegawai, dengan pagu sebesar Rp 15.300.000 s/d 31 Desember 2011 realisasi Rp 15.147.000.atau 99.00.% .

Pengadaan pakaian kerja sopir/pesuruh/satpam, pagu anggaran sebesar Rp1.400.000 s/d 31 Desember 2011 realisasi sebesar Rp 1.400.000. atau 100 % .

Penyelenggaraan Perpustakaan/Kearsipan/Dokumentasi dengan pagu sebesar Rp 930.000 realisasi s/d 31 Desember 2011sebesar Rp 930.000 atau 100 %, .

Perawatan gedung kantor, dengan pagu sebesar Rp 20.100.000 realisasi s/d 31 Desember 2011 sebesar Rp 20.000.000 atau 99.50 %.

Perawatan halaman kantor, dengan pagu sebesar Rp 5.000.000 realisasi s/d 31 Desember 2011 sebesar Rp 5.000.000 atau 100 %, .

Perbaikan Peralatan Kantor dengan pagu sebesar Rp 20.240.000 realisasi s/d 31 Desember 2011 sebesar Rp 20.140.000 atau 99.51 %,.

Pengadaan Perlengkapan Kantor dengan pagu sebesar Rp 25.500.000 realisasi s/d 31 Desember 2011 sebesar Rp 25.450.000 atau 99.80 %,.

Perawatan kendaraan roda 4 dengan pagu sebesar Rp 30.000.000 realisasi sampai Tahunan tahun 2011 sebesar Rp 29.849.500 atau 99.50 %.

Perawatan kendaraan roda 2 dengan pagu sebesar Rp 10.000.000 realisasi s/d 31 Desember 2011 sebesar Rp 9.970.000 atau 89.76 %.

Langganan daya dan jasa dengan pagu sebesar Rp 70.800.000 realisasi s/d 31 Desember 2011sebesar Rp 60.918.364 atau 86.04 .%,.

Jasa/pos/sertifikasi dengan pagu sebesar Rp 12.000.000 realisasi s/d 31 Desember 2011 sebesar Rp 11.853.500 atau 98.78 %, .

Belanja keperluan perkantoran dengan pagu sebesar Rp 64.800.000 realisasi s/d 31 Desember 2011 sebesar Rp 64.800.000 atau 100 %,.

Honor Terkait Operasional Satuan Kerja dengan pagu sebesar Rp 41.580.000 realisasi s/d 31 Desember 2011sebesar Rp 39.755.000 atau 95.61 %, .

Rapat Koordinasi dan Konsultasi dengan pagu sebesar Rp 41.860.000 realisasi s/d 31 Desember 2011sebesar Rp 41.768.400 atau 99.78 %.

3.   Belanja Modal

Dari Januari s/d 31 Desember 2011 hasil pemeriksaan (Kode MAK) telah didapat keadaan sebagai berikut :

Belanja Modal Gedung dan Bangunan dengan pagu sebesar Rp 182.700.000,- realisasi s/d 31 Desember 2011sebesar Rp 179.873.875,- atau 98.45 % dan  Rp. 172.480.000,- realisasi s/d 31 Desember 2011sebesar Rp 168.381.830,- atau 97.62 %,.

Pengadaan Alat Pengolah Data dengan pagu sebesar Rp 30.000.000,- realisasi s/d 31 Desember 2011sebesar Rp 29.850.000,- .atau 99.50 %,.

Pengadaan Peralatan Kantor dengan pagu sebesar Rp 28.000.000,- realisasi s/d 31 Desember 2011sebesar Rp 27.225.000,- .atau 97.23.%,.

 

B Analisis Akuntabilitas Kinerja (Diuraikan pencapaian sasaran organisasi dengan pengukuran dan penyajian dari hasil pengukuran kerja)

Tujuan srategi adakah Penyelenggarakan Peradilan yang sederhana, cepat dan biaya ringan dan mewujudkan Pengadilan Negeri Boyolai yang bersih, berwibawa, transparan dan akuntabel.

Pengadilan Negeri Boyolali dalam tugas pokok dan fungsinya berupaya meningkatkan penyelesaian perkara dan memenuhi rasa keadilan  bagi para pencari keadilan dan setiap pencari keadilan dapat menjangkau badan peradilan,   dengan perangkat salah satu diantaranya sebagai mana tersebut dalam  dua table ini  yang telah diukur capaian kinerja atau hasilnya serta mengemukakan tingkat capaian kinerja tahun sebelumnya yaitu tahun 2010

                                                      Analisis Tabel pertama

Sasaran 1   : Terselenggaranya  Peradilan yang sederhana, cepat dan biaya ringan.

dengan nilai capaian  kinerja sebesar 87,9%  dengan  kategori Sangat berhasil                                                                     

 

 

No

 

 

Indikator Kinerja

Nilai capaian Kinerja Tahun 2010 (%)

Target Tahun 2011

  (%)

Realisasi Tahun 2011

   (%)

 

Nilai Capaian Kinerja  Tahun 2011 (%)

Perbandingan dengan tahun 2010 (%)

1

2

3

4

5

5

6

1.

Masing-masing pegawai melaksanakan tugasnya sesuai job discribtion

 

85

 

100

 

95

 

95

 

+    5

2

Pelayanan prima terhadap masyarakat pencari keadilan

87,50

100

97

97

+ 9,5

3

3.1 Melaksanakan Diskusi

a.  mengikut sertakan dalam      pelatihan (sesuai kebutuhan)

b.  Kajian kepustakaan

c. Memotifasi  pegawai untuk mengikuti pendidikan kejenjang yang lebih tinggi

d. Optimalisasi pengelolaan dan pemanfaatan perpustakaan

 

94

88

 

 

90

85

 

 

 

85

 

 

 

 

100

100

 

 

85

85

 

 

 

85

 

94

90

 

 

75

76

 

 

 

70

 

94

90

 

 

88.20

89,40

 

 

 

82,35

 

 

88,4

      91

81

88,8

+ 0,4

4

Tersedianya dan tercukupi sarana dan prasarana  penunjang pelayanan hukum

84,40

90

77

85,56

+ 1,16

5

37 perkara dari anggaran yang tersedia untuk perkara prodeo

0,00

100

 

48

 

48

Pertama kali

6

 

Peningkatan jumlah    Penyelesaian perkara :

- Perkara putus

-Minutasi perkara

 

 

84,50

97,64

 

 

90

100

 

 

72,59

99,30

 

 

80,65

99,30

 

 

 

- 3,85

91,07

 

 

89,97

 

7

- Pembuat Pelaporan tepat   waktu

- Pemberkasan dan pengarsipan perkara sesuai dengan ketentuan

 

90

 

90

 

 

 

100

 

100

90

 

90

90

 

90

 

tetap

97

100

90

90

 

8

- Melaksanakan rapat kordinasi bulanan

- Eevaluasi kerja bulanan

- Evaluasi akhir tahun

97

100

 

100

100

97

 

97

97

97

 

97

97

 

tetap

97

100

97

97

 

 

 Nilai capaian kinerja rata-rata

88,05

97,58

87,74

87,9

9,33

 

Evaluasi :

- Tabel pertama secara kumulasi dalam mencapai sasaran yang yang telah ditetapkan. rata-rata nilai capaian kinerja untuk mencapai sasaran pertama 87,9%.  ini  dapat dilihat bahwa 8 (delapan)  dari program berikut indikator kinerjanya terdapat 6 (enam)   program memperoleh nilai diatas 85 % namun  2 (dua)  program berikut indikator kinerjanya  nilai capaian kinerjanya dibawah 85 %,  yaitu  nomor 5 (lima)  perkara prodeo dengan nilai capaian kinerja  60 % dan nomor 6  (enam)  khususnya jumlah perkara  yang  diputus dengan nilai capaian  80,66 %.

- Perbandingan nilai capaian kinerja tahun 2010 dibandingkan dengan tahun 2011 delapan dari program tersebut naik antara 0,4 % – 9,5 % .dan satu adalah program baru  yaitu Nomor 6 dengan nilai capaian 60 %

Analisis terhadap program yang realisasinya dan nilai capaian kinerja dibawah 85 %

1. Perkara Prodeo :

Sesuai dengan DIPA Pengadilan Negeri Boyolali Tahun Anggaran 2011 dialokasikan 37 perkara prodeo. Pengadilan Negeri menerima perkara sebanyak 224  perkara dan 16 perkara  yang dimintakan untuk berpekara secara cuma-cuma, 18 perkara tersebut dikabulkan dan biaya dibebakan kepada Negara melalui DIPA pengadilan Negeri Boyolali.

 

 

 

 

 

 

 

Daftar  Pengajuan pakara secara cuma-cuma   (Prodeo) :

 

No

 

Nomor Perkara

 

Tanggal

 

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

 

230/Pid.B/2010/Pn.Bi

213/Pid.B/2010/Pn.Bi

27/Pid.B/2011/Pn.Bi

193/Pid.B/2010/Pn.Bi

18/Pid.B/2010/Pn.Bi

20/Pid.B/2011/Pn.Bi

54/Pid.B/2011/Pn.Bi

63/Pid.B/2011/Pn.Bi

111/Pid.Sus/2011/Pn.Bi

110/Pid.Sus/2011/Pn.Bi

72/Pid.B/2011/Pn.Bi

102/Pid.B/2011/Pn.Bi

135/Pid.Sus/2011/Pn.Bi

109/Pid.B/2011/Pn.Bi

131/Pid.B/2011/Pn.Bi

151/Pid.B/2011/Pn.Bi

161/Pid.Sus/2011/Pn.Bi

142/Pid.Sus/2011/Pn.Bi

21-4-2011

21-4-2011

21-4-2011

21-4-2011

21-4-2011

23-6-2011

23-6-2011

23-6-2011

27-7-2011

27-7-2011

27-7-2011

18-8-2011

20-10-2011

20-10-2011

20-10-2011

24-11-2011

24-11-2011

24-11-2011

 

Analisis tingkat capaian dari table ini ditinjau dari alokasi yang disediakan untuk melayani pencari keadilan dari target 100%, namun realisasi  hanya 48 % dengan nilai capaian kinerja 48 %, dan penyerapan anggaran yang tersedia namun jika ditinjau kepuasan pencari keadilan  yang bermohon untuk berpekara secara cuma-cuma  dari 18 (delapan belas) perkara tersebut seluruhnya dikabulkan dengan prosentase 100 %.

Jika dilihat dari table tersebut diatas timbul pertanyaan mengapa dari 224 perkara yang masuk ke Pengadilan Negeri Boyolali hanya 18 pencari keadilan yang bermohon untuk mengajukan perkara secara cuma-cuma.

Hal yang mempengaruhi   sebagai berikut :

1. Kepala Desa  sangat selektif memberikan surat keterangan miskin.

2. Para pencari keadilan Tidak mau memenuhi persyaratan yang dibutuhkan.

3. Para pencari keadilan Memilih berusaha mencari uang dengan caranya sendiri dari pada ditetapkan sebagai miskin.

4. Para pencari keadilan telah siap untuk membayar biaya perkara dan tahu persis berapa yang harus dikeluarkan melalui informasi biaya panjar biaya perkara.

Walaupun dengan alasan sebagaimana tersebut diatas, Pengadilan Negeri tetap memberikan solusi dengan cara sosialisasi dengan langkah :

a. Memasang BANNER  yang memberi informasi bahwa Pengadilan Negeri Boyolali  dapat melayani para pencari keadilan untuk berperkara secara Cuma-Cuma (prodeo)

b. Petugas menja I memberi penjelasan informasi tentang prodeo

Perbandingan realisasi biaya prodeo untuk tahun sebelumnya (tahun 2010) tidak dapat dilakukan perbandingan karena pada tahun 2010 Pengadilan Negeri Boyolali belum disediakan  anggaran untuk itu, dan pengajuan perkara prodeo secara murni tahun 2010 tidak ada.

2. Penyelesaian Perkara (Perkara putus)

Tentang  jumlah perkara  yang  diputus dengan nilai capaian 80 %. Dibanding dengan tahun lalu mengalami penurunan persentase  3,85 %.

Untuk mengukur salah satu yang mengakibatkan turunnya jumlah perkara yang diputus akan dikemukakan perbandingan perkara yang diterima dari tahun 2010 – 2011  dengan jumlah hakim yang menangani perkara tahun yang bersangkutan.

 

 

 

Keadaan Perkara pidana Tahun 20010- 2011

 

No

 

Tahun

 

Sisa Perkara tahun lalu

 

Perkara yang diterima

 

diputus

 

Sisa

 

 

Jumlah Hakim

1

2

3

4

5

6

7

 

1

 

2010

 

36

 

245

 

245

 

23

 

10 orang hakim

 

2

 

2011

 

23

 

224

 

222

 

25

 

8 orang hakim

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Keadaan Perkara Perdata Gugatan Tahun 20010- 2011

 

No

 

Tahun

 

Sisa Perkara tahun lalu

 

Perkara yang diterima

 

diputus

 

Sisa

 

 

Jumlah Hakim

1

2

3

4

5

6

7

 

1

 

2010

 

10

 

30

 

37

 

4

 

10 orang hakim

 

2

 

2011

 

4

 

41

 

31

 

7

 

8 orang hakim

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Keadaan Perkara Perdata Permohonan Tahun 20010- 2011

 

No

 

Tahun

 

Sisa Perkara tahun lalu

 

Perkara yang diterima

 

diputus

 

Sisa

 

 

Jumlah Hakim

1

2

3

4

5

6

7

 

1

 

2010

 

-

 

33

 

28

 

1

 

10 orang hakim

 

2

 

2011

 

1

 

33

 

33

 

1

 

8 orang hakim

 

 

 

 

 

 

 

 

Hal ini menunjukkan  bahwa  jumlah sumber daya manusia menentukan tingkat capaian  kinerja. Selain faktor sumber daya manusia juga dipengaruhi dari keadaan perkara  tersebut. Sisa perkara tahun tersebut yang tidak mencapai sisa perkara ideal perkara diakhir tahun adalah 10 %, dan  rencana tingkat capaian (target)  kegiatan : Dirumuskan  menyelesaikan   perkara dengan  cepat dan tepat dengan target  90 %,  ternyata dari 224  perkara pidana  yang diputus 222 perkara, dengan rata-rata tiap Majelis Hakim menyelesaikan perkara 27.75 perkara dengan persentase 222 : 224 x 100 = 99.1 % sebagai realisasi dan nilai capaian kinerja 99.1 : 100 x 100 = 99.1%.

Keadaan sisa perkara (8,9%) meningkat 3,85% dari tahun 2010.

Jika dianalisa hasil capaian kikerja sebesar  99.1 %  hal tersebut telah maksimal, karena beban kerja yang ada dengan sumber daya manusia yang tersedia  tidak seimbang, prekuwensi persidangan telah maksimal, Para Hakim juga mempunyai tugas tambahan sebagai mediator dan Hakim Pengawas Bidang

Jika dilihat kinerja Hakim dan Panitera/Panitera Pengganti yang mendampingi Majelis Hakim dan juga para Hakim pada saat tidak bersidangan masih diberi tugas sebagai mediator, namun demikian tingkat penyelesaian perkara yang telah putus dapat dilihat pada tingkat penyelesaian MINUTASI  sangat memuaskan

                                  Keadaan  Minutasi Perkara Tahun 2011

 

Sisa Minutasi 2010

 

Putus 2011

 

Jumlah

 

Minutasi 2011

 

Sisa tahun 2011

 

31

 

36

 

46

 

34

 

14

 

Pengukuran Kinerja   Minutasi digambarkan dalam table sebagai berikut:

 

 

No

 

 

Indikator Kinerja

 

Target tahun 2011

(%)

 

Realisasi

Tahun 2011 (%)

 

Nilai Capaian Kinerja Tahun 2011   (%)

 

 

    Yang belum diminutasi

 

1

 

Penyelesaian perkara

 Minutasi perkara

 

100

 

94,44

 

94,44

 

5,56 %

 

Analisis Tabel kedua

Sasaran 2 : Terwujudnya  Peradilan Negeri Boyolali  yang bersih, berwibawa, transparan  dan akuntable dengan nilai capaian kinerja sebesar  89,77 % dengan kategori  Berhasil.          

 

No

 

Indikator Kinerja

Nilai capaian Kinerja Tahun 2010 (%)

Target Tahun 2011

      (%)

Realisasi Tahun 2011

     (%)

Nilai Capaian Kinerja  Tahun 2011 (%)

Perbandingan dengan tahun 2010

(%)

1

2

3

4

5

6

7

1.

- Pengawasan internal dan eksternal  berjalan dengan efektif dan berhasil guna.

- Pengawasan Hakim Pengawas bidang

94,40

100

 

 

100

100

 

 

100

100

 

 

100

 

 

+ 5,60

9,4

100

100

100

 

2

2.1   Melaksanakan Diskusi

2.2   Mengikut sertakan dalam    pelatihan (sesuai kebutuhan)

2.3   Kajian kepustakaan

2.4 Memotifasi  pegawai untuk mengikuti pendidikan kejenjang yang lebih tinggi

2.5 Optimalisasi pengelolaan dan pemanfaatan perpustakaan

94

88

 

 

90

85

 

 

 

85

 

 

 

100

    100

 

 

85

     85

 

 

 

85

94

      90

 

 

75

76

 

 

 

70

       94

       90

 

 

88.20

89,40

 

 

 

82,35

 

 

 

 

88,4

91

81

88,79

+0,39

 

3

 

Pengadilan Negeri Boyolali terbuka untuk diakses melalui :

 Website  http://www. pn_   boyolali.go.id dan Email: Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya

- Memberi informasi melalui web. dengan  mengisi menu yang tersedia

- Memantau dan melakukan up datang informasi  sesuai kebutuhan.

- Menejemen modern dan transpansi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

94,44

 

 

 

 

 

 

 

 

100

 

 

 

100

 

 

100

 

 

 

 

 

 

 

 

 

90

 

 

 

90

 

 

90

 

 

 

 

 

 

 

 

90

 

 

 

90

 

 

90

 

 

 

100

90

90

4

- Meningkatkan tertib administrasi keuangan sesuai dengan anggaran

- Pagu DIPA

· belanja pegawai

· belanja barang

· belanja modal

· belanja penanganan perkara

 

 

Jumlah serapan

 

84

 

100

 

100

 

100

 

+6

 

 

82,62

97.30

100.00

87.76

 

 

 

100

100

100

100

 

 

 

95.44

97.39

98.10

74.38

 

 

95.44

97.39

98.10

74.38

 

 

 

 

 

 

 

+9

84,35

400

95,99

95.99

5

 

 

- Menggunakan SIMPEG dan pemutahiran data

- Mengusulkan kenaikan pangkat, SK KGB, dan DP3

- Membuat DUK dan Bezeting Formasi.

- Penegakan disiplin

- Mengusahakan Kartu taspen/Karis/Karsu

 

 

 

 

 

 

 

 

100

 

100

 

100

 

-

-

85

 

100

 

100

 

95

0

85

 

100

 

100

 

95

0

 

 

 

 

 

 

 

 

+9,37

85,63

100

90

95

6

Terlaksananya KS KMA No.143/07 Tentang Tata Persuratan 

Penataan arsip surat

 

90

 

100

 

 

100

 

90

 

 

90

 

90

 

 

90

 

 

tetap

7

Penataan inventaris dan mencatat barang dalam DIR

-Rekonsiliasi SIMAK BMN

-Pemeliharaan barang inventaris

-Pengusulkan penghapusan  barang inventaris

 

 

 

 

 

 

100

 

100

100

 

100

 

90

 

90

90

 

90

90

 

90

90

 

90

 

 

 

 

tetap

90

100

100

90

 

Nilai capaian kinerja rata-rata

88,85

 

 

89,77

+0,88

 

Tabel kedua secara kumulasi dalam mencapai sasaran yang yang telah ditetapkan  rata-rata nilai capaian kinerja untuk mencapai sasaran kedua 89,767%.  ini  dapat dilihat bahwa 7 (tujuh)  dari program berikut indikator kinerjanya terdapat 6 (enam)   program memperoleh nilai diatas 85 % namun  1 (satu)  program berikut indikator kinerjanya  nilai capaian kinerjanya dibawah 85 %,  yaitu  nomor 4 (empat)  peyerapan  pagu DIPA dengan nilai capaian kinerja  95.99 %.

3. Penyerapan Pagu DIPA .

Pagu DIPA Tahun  anggaran 2011Rp. 3.838.863.000;- dengan alokasi :

1. Belanja Pegawai     Rp.  2.587.348.000;-

2. Belanja barang       Rp.     367.510.000;-

3. Belanja Modal       Rp.             861.000,-

Realisasi penyerapan  -------------------------  Rp  3.232.837.685 atau 95,99 %

Dana yang tidak terserap adalah 4,01%  dari seluruh angaran yang ada.      Penyerpan Pagu DIPA pada dasarnya tidak mengalami masalah                  

4 Program lainnya  baik pada table pertama maupun table kedua yang hasilnya angka capaian kinerja diatas 85 % ini menunjukkan berhasil, namun tidak berarti tidak ada hambatan

Kendala yang dihadapi/Hambatan.

1.  Hambatan untuk semua program adalah faktor kurangnya Sumber Daya Manusia.

2. Volume kerja meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah perkara yang diterima sehingga  beban kerja tidak sebanding dengan jumlah pegawai yang ada.

3. Pegawai tenaga teknis maupun non teknis, fungsional ataupun struktural sekeluruhannya masih kurang,

4. Terbatasnya waktu untuk meningkatkan ilmu mengetahuan baik secara formal maupun nonformal karena beban kerja yang volumenya sangat tinggi

5. Sarana dan prasarana belum memadai khususnya yang berkaitan peningkatan pelayanan dan  menejemen modern yang perangkatnya sangat terbatas

Solusi :

1. Penambahan Pegawai tenaga teknis maupun non teknis, fungsional ataupun struktural

2. Mohon penambahan anggaran untuk peningkatan sarana dan prasarana.

3. Seluruh kegiatan memerlukan dana  mengusulkan penambahan Pagu DIPA untuk belanja barang  / sarana dan prasarana untuk pelayanan hukum utuk merealisasikan justice for all mohon penambahan dana DIPA.

 

EVALUASI  AKUNTABILITAS KINERJA

1. Pengukuran Kinerja Kegiatan.

Pengukuran Kinerja Kegiatan (PKK) difokuskan pada outcome agar lebih mencerminkan efektifitas dan efisiensi kegiatan. Dari hasil Pengukuran Kinerja Kegiatan secara umum dapat di simpulkan bahwa kinerja kegiatan yang berorientasi pada outcome  dapat dicapai (87,9 % + 89,77 %) dengan rata-rata 88,83  meskipun  terdapat kendala dalam pencapaian kinerja kegiatan .

2. Hasil Kinerja Sasaran.

Rencana srtategis  dengan  pelaksanaan program kerja tahun 2011 maka Hasil  Kinerja Sasaran yang berhasil mencapai  dengan kategori yaitu :

Sasaran 1   :    Terselenggaranya  Peradilan yang sederhana, cepat dan biaya ringan.

dengan nilai capaian  kinerja sebesar 87,90 %  dengan  kategori Sangat   berhasil        

Sasaran 2 :      Terwujudnya  Peradilan Negeri Boyolali  yang bersih, berwibawa, transparan  dan akuntable  dengan nilai capaian kinerja sebesar     89,77 % dengan kategori  Berhasil.       

Dari program program  berikut  indikator kinerjanya sebagai mana tersebut jika dibandingkan dengan program berikut indikator kinerjanya yang sama untuk tahun tahun 2010  dengan nilai rata-rata  88,83 %  dan capaian kinerja    tahun 2011 dengan nilai rata–rata (88,05 % + 88,85%) dengan rata-rata 88,45% dengan demikian  tahun 2011  terjadi kenaikan    sebesar  0,38  %.

Keberhasilan tersebut  didukung :

1. Kerja sama yang baik dalam melaksanakan tugas kantor.

2. Pelaksanaan pengawasan dan pembinaan  secara rutin serta menindak lanjuti hasil temuan

3. Memanfaatkan sarana dan prasarana  dengan skala prioritas.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

PENUTUP

A Kesimpulan

Lakip Pengadilan Negeri Boyolali Tahun 2011 ADALAH Laporan Suatu Capaian Kinerja selama tahun 2011 sebagai tahun kedua dari pelaksanaan rencana Strategis Pengadilan Negeri Tahun 2010-2014.

Laporan ini sebagai perwujudan transparansi dan disimpulkan :

1. Pengukuran Kinerja Kegiatan.

Pengukuran Kinerja Kegiatan (PKK) difokuskan pada outcome agar lebih mencerminkan efektifitas dan efisiensi kegiatan. Dari hasil Pengukuran Kinerja Kegiatan secara umum dapat di simpulkan bahwa   kinerja kegiatan yang berorientasi pada outcome  dapat dicapai (87,90 % + 89,77 %) dengan rata-rata 88,83  meskipun  terdapat kendala dalam pencapaian kinerja kegiatan namun rata-rata diatas 85%.

1. Hasil  Kinerja Sasaran.

Rencana srtategis  dengan  pelaksanaan program kerja tahun 2011 maka Hasil  Kinerja Sasaran yang berhasil mencapai  dengan kategori yaitu :

Sasaran 1   : Terselenggaranya  Peradilan yang sederhana, cepat dan biaya ringan.

dengan nilai capaian  kinerja sebesar 87,90 %  dengan  kategori Sangat   berhasil

Sasaran 2 :    Terwujudnya  Peradilan Negeri Boyolali  yang bersih, berwibawa, transparan  dan akuntable  dengan nilai capaian kinerja sebesar  89,77 % dengan kategori  Berhasil.  

Dari program berikut indikator kinerjanya dapat diperbandingkan antara tahun 2010 dengan tahun 2011 sebagai berikut :

No

Tahun

Sasaran I

Sasaran II

Rata-rata

Ket

1

2010

88,05

88,85

88,45

Terdapat peningkatan

0,38%

2

2011

87,90

89,77

88,83

Keberhasilan tersebut  didukung :

1. Kerja sama yang baik dalam melaksanakan tugas kantor.

2. Pelaksanaan pengawasan dan pembinaan  secara rutin serta menindak lanjuti hasil temuan

3. Memanfaatkan sarana dan prasarana  dengan skala prioritas.

B Rekomendasi

a. Dalam menentukan Indikator Kinerja Utama (IKU) perlu dilakukan suatu komitmen yang dijadikan sebagai acuan dalam menerapkan Sistim Akuntabilitas Instansi Pemerintah (SAKIP) dilingkungan Peradilan Negeri tingkat pertama

b. Komitmen sebagai Instrumen Control  yang obyektif dan transparan dalam megelola sarana dan prasarana dengan mempertimbangkan antara volume kinerja dengan sumber daya manusia dalam rangka peningkatan penyelesaian perkara

c. LAKIP diharapkan sebagai bahan evaluasi dan dapat dijadikan salah satu instrumen untuk mendapatkan penghargaan (reward) atau sanksi (punishment)

C Penutup

1. Demikian Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Pengadilan Negeri Boyolali.

2. Secara umum dalam LAKIP ini mengambarkan rencana ( Program Kerja)  dan pelaksanaan kegiatan   Pengadilan Negeri Boyolali Tahun 2011 yang merupakan  pertanggung jawaban keberhasilan dan kegagalan  dalam melaksanakan tugas  pokok dan fungsi Pengadilan Negeri Boyolali.

3. Dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi Pengadilan Negeri Boyolali tahun 2011, merupakan kerja keras  semua unsur  yang terkait mulai dari  pimpinan, para hakim, pejabat struktural, pejabat fungsional  serta seluruh staf telah berupaya seoptimal mungkin untuk mencapai target sesuai dengan program kerja  Tahun 2011.

4. Program kerja yang telah dilaksanakan sebagaimana telah diuaraikan disamping kebehasilan juga terdapat beberapa kendala dan hambatan, disadari bahwa masih ada beberapa program kerja yang tidak dapat diselesaikan sesuai dengan target  yang ingin dicapai, akan tetapi secara umum  dalam melaksanakan program kerja untuk  terwujudnya visi dan misi Pengadilan Negeri Boyolali telah  diuraikan melalui  pengukuran kinerja kegiatan pada Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah ini.

5. Disamping keberhasilan yang telah dicapai oleh Pengadilan Negeri Boyolali,  dalam pelaksanaan program kerjanya banyak masalah dan kendala dan hambatan yang perlu mendapat perhatian untuk pelaksanaan program pada tahun berikutnya.

6. Semoga LAKIP ini dapat dijadikan tolak ukur untuk memperbaiki dan meningkatkan kinerja Pengadilan Negeri Boyolali.

7. Akhirnya kami sampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu terselesaikan LAKIP ini. Semoga kita selalu memperoleh  rahmat taufiq dan hidayahNya, Amin.  

         

 

 

 

Boyolali, 12 Maret 2012

KETUA,PENYUSUN LAKIP

 

 

 

 

Nunus Setiyadi, SH

NIP. 19571130 198310 1 001